Tips Memilih Mesin Jahit

Tidak banyak artikel yang membahas tips memilih mesin jahit untuk pemula. Akibatnya banyak diantara kita yang masih pemula, merasa kebingungan saat akan memilih mesin jahit. Hal ini karena sekarang ini ada banyak sekali model mesin jahit yang beredar di pasaran. Secara garis besar kita mengenal ada mesin jahit klasik, mesin jahit portable dan mesin jahit industri. Mesin jahit klasik adalah mesin jahit hitam yang dikayuh dengan kaki. Akan tetapi zaman sekarang ini mesin jahit hitam sudah mulai ditinggalkan dan banyak orang beralih menggunakan mesin jahit model portable ataupun mesin jahit industri karena lebih mudah digunakan. Dalam kategori mesin jahit portable kita mengenal mesin jahit portable, semi portable, dan mesin jahit portable heavy duty. Sedangkan kategori model mesin jahit industri kita mengenal mesin jahit industri biasa, mesin jahit industri dinamo servo, dan mesin jahit industri dinamo servo direct drive.

Adapun dari segi merk, ada lebih banyak lagi variasi. Ada merk buatan Jepang seperti Juki, Mitsubishi, Riccar, Janome, dan lain-lain. Sedangkan merk China diantaranya ada Typical, Jack, dan Yamata. Nah supaya teman-teman tidak bingung menjatuhkan pilihan, B-Ori Advertising siap membagikan tips memilih mesin jahit yang Insya Allah akan berguna untuk teman-teman yang ingin membeli mesin jahit.

SurveyTime - alternatif pendapatan saat PPKM

Tujuan Menjahit

Pertanyaan nomor satu yang perlu dijawab oleh teman-teman adalah, apa tujuan teman-teman menjahit? Apakah sekedar menyalurkan hobi di waktu luang atau ingin menjadi penjahit profesional? Jika hanya sekedar hobi, maka mesin jahit portable rasanya lebih dari cukup. Selain mudah digunakan, mesin jahit portable juga praktis, tidak memakan tempat, dan bisa dipindahkan atau dibawa kemana saja. Mesin jahit portable juga umumnya memiliki berbagai fitur sekaligus (jahit lurus, zigzag, semi obras, pasang kancing, dan lain lain) sehingga cukup satu mesin untuk mengerjakan project jahit sederhana. Akan tetapi karena bodi dan komponen nya sebagian besar terbuat dari plastik, maka mesin ini cenderung ringkih dan lebih mudah rusak.

Sedangkan apabila teman-teman ingin belajar menjahit secara serius atau membuka usaha di bidang jahit, maka perlu ditunjang dengan mesin jahit yang kuat dan tahan lama. Kami sarankan untuk memilih mesin jahit industri. Mesin jahit industri berbadan metal sehingga lebih berat. Satu set mesin jahit dengan meja nya bisa mencapai berat 65 kg. Mesin ini juga harus terpasang ke meja jahit sehingga tidak mudah dipindahkan. Satu mesin industri memiliki satu fungsi khusus. Jadi untuk menjahit membutuhkan mesin jahit, untuk obras membutuhkan mesin obras, untuk jahit rantai butuh mesin jahit rantai, dan seterusnya.

Mesin Jahit Portable
Mesin Jahit Portable

Bahan yang Akan Dijahit

Bahan yang sering dijahit kami jadikan aspek yang tidak kalah penting untuk menjadi bahan pertimbangan. Mesin jahit portable umumnya tidak ditujukan untuk menjahit bahan-bahan yang tebal dan berat seperti kulit, kanvas, dan lainnya. Mesin jahit portable lebih cocok untuk menjahit bahan tipis hingga sedang. Apabila dipaksakan untuk menjahit bahan tebal maka mesin akan lebih cepat rusak. Jika teman-teman perlu mesin jahit untuk bahan tebal sebaiknya memilih mesin jahit industri.

Kemudahan Service dan Spare part

Banyak diantara kita yang fanatik dengan merk tertentu. Mungkin karena saran teman, atau pengalaman pribadi. Sekarang ini semakin banyak merk mesin jahit beredar. Sebaiknya sebelum membeli mesin jahit, kita mencari tahu dulu mengenai produsen mesin jahit tersebut, apakah menyediakan service center di Indonesia. Spare part juga menjadi aspek yang penting. Pilihlah mesin dengan spare part yang murah dan mudah didapat. Mesin modern dari luar negeri misalnya, belum tentu kita nyaman menggunakannya apabila spare part masih sulit didapat dan sedikit teknisi yang bisa memperbaikinya.

Daya Listrik

Mengingat tarif dasar listrik yang naik terus dari tahun ke tahun, tidak ada salahnya jika kita memasukkan aspek konsumsi listrik disini. Mesin jahit portable umumnya menyedot daya yang kecil, sekitar 70 watt. Sedangkan mesin jahit industri umumnya menggunakan dinamo dengan konsumsi listrik mencapai 250 watt. Karena itu, perhatikan daya listrik dan alat listrik lainnya yang ada dirumah. Jangan sampai ketika asyik-asyik menjahit tiba-tiba listrik mati karena ada yang menyalakan dispenser, he he he. Opsi lain jika teman-teman ingin menggunakan mesin jahit industri namun tetap hemat listrik adalah dengan menggunakan dinamo servo. Pemakaian listrik mesin jahit industri dengan dinamo servo bisa hemat hingga 70% jika dibandingkan dengan dinamo biasa.

Anggaran Pengeluaran (Budget)

Hal yang tidak kalah penting adalah budget. Di tahun 2021 ini, jika budget teman-teman kurang dari 2 juta rupiah, teman-teman dapat mempertimbangkan mesin jahit portable. Sedangkan mesin jahit industri umumnya dibandrol diatas 3 juta rupiah. Akan tetapi teman-teman bisa mendapat harga lebih murah dengan cara membeli mesin jahit bekas. Hanya saja, pastikan teman-teman membeli mesin jahit bekas ditempat yang terpercaya agar tidak diakali oknum pedagang tidak bertanggung jawab. Terlebih untuk mesin jahit industri, karena model yang satu dengan yang lain sangat mirip, tidak jarang pedagang mengganti tulisan merk mesin jahit bekas tersebut dengan merk lain yang lebih mahal untuk mendongkrak nilai jualnya.

Nah, bagaimana, sepertinya sudah cukup banyak tips cara memilih mesin jahit yang dibagikan bukan? Semoga teman-teman bisa mulai menentukan pilihan mesin jahit sesuai kebutuhan ya. Baca pula artikel menarik lainnya seputar jahit-menjahit di website B-ORI Advertising.

Tinggalkan Balasan